Terapi anak susah makan diperlukan jika anak benar benar sudah tidak doyan makan dalam jangka waktu yang lama dan juga dengan kondisi yang semakin kurus. Dalam kondisi seperti itulah yang membuat anak semakin mudah terserang penyakit.

Hal ini bisa dikatakan hal wajar jika anak masih doyan makan kembali dalam waktu singkat, namun jika anak susah makan dalam jangka waktu lama akan menjadi gangguan yang harus diperhatikan lebih mengenai hal tersebut.

Faktor kesulitan makan pada anak inilah yang sering dialami oleh sekitar 25% pada usia anak, jumlah akan meningkat sekitar 40-70% pada anak yang lahir prematur atau dengan penyakit kronik. Kesulitan makan bukanlah diagnosis atau penyakit, tetapi merupakan gejala atau tanda adanya penyimpangan, kelainan dan penyakit yang sedang terjadi pada tubuh anak.

Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu.

Gejala kesulitan makan pada anak meliputi kesulitan mengunyah, menghisap, menelan makanan atau hanya bisa makanan lunak atau cair. Memuntahkan, menyembur – nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut atau makan berlama-lama dan memainkan makanan. Lebih berat didapatkan sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat. Keluhan yang sering menyertai adalah tidak menyukai banyak variasi makanan (ibudanbalita.com).

  • Gangguan Proses Makan Di Mulut

Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut.

Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan.

Tampilan klinis gangguan mengunyah adalah keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun sehingga makan harus selalu diblender pada usia di bawah 2 tahun. Tidak bisa makan bahan makanan yang bertekstur kasar dan berserat seperti daging sapi (empal) atau sayur seperti kangkung.

Sehingga anak akan lebih suka makanan yang bertekstur lembut seperti telor, ayam dan agar-agar. Bila anak sedang muntah dan akan terlihat tumpahannya terdapat bentukan nasi yang masih utuh. Hal ini menunjukkan bahwa proses mengunyah nasi tersebut tidak sempurna.

Tetapi kemampuan untuk makan bahan makanan yang keras seperti krupuk atau biskuit tidak terganggu, karena hanya memerlukan beberapa kali kunyahan. Gangguan koordinasi motorik mulut ini juga mengakibatkan kejadian tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja. Gangguan ini tampaknya bersifat heriditer atau menurun dari orang tua.

Biasanya salah satu orang tuanya juga mengalami gangguan proses makan di mulut, seperti bila makan selalu cepat selesai, tidak dikunyah banyak langsung ditelan dan suka pilih-pilih makanan. Kelainan lain yang berkaitan dengan koordinasi motorik mulut adalah keterlambatan bicara dan gangguan bicara (cedal, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti).

Gangguan motorik proses makan ini biasanya disertai oleh gangguan keseimbangan dan motorik kasar lainnya seperti tidak mengalami proses perkembangan normal duduk, merangkak dan berdiri. Sehingga terlambat bolak-balik (normal usia 4 bulan), terlambat duduk merangkak (normal 6-8 bulan) atau tidak merangkak tetapi langsung berjalan, keterlambatan kemampuan mengayuh sepeda (normal usia 2,5 tahun), jalan jinjit, duduk bersimpuh leter “W”. Bila berjalan selalu cepat, terburu-buru seperti berlari, sering jatuh atau menabrak, sehingga sering terlambat berjalan.

Ciri lainnya biasanya disertai gejala anak tidak bisa diam, mulai dari overaktif hingga hiperaktif. Juga sering diikurti gangguan perilaku seperti mudah marah serta sulit berkonsentrasi, gampang bosan dan selalu terburu-buru.

  • Gangguan Fungsi Saluran Cerna

Gangguan saluran pencernaan tampaknya merupakan faktor penyebab terpenting dalam gangguan proses makan di mulut. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan teori ”Gut Brain Axis”. Teori ini menunjukkan bahwa bila terdapat gangguan saluran cerna maka mempengaruhi fungsi susunan saraf pusat atau otak. Gangguan fungsi susunan saraf pusat tersebut berupa gangguan neuroanatomis dan neurofungsional. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi adalah gangguan koordinasi motorik kasar mulut.

Gangguan pencernaan tersebut kadang tampak ringan seperti tidak ada gangguan. Tampak anak sering mudah mual atau muntah bila batuk, menangis atau berlari. Sering nyeri perut sesaat dan bersifat hilang timbul, bila tidur sering dalam posisi ”nungging” atau perut diganjal bantal Sulit buang air besar (bila buang air besar ”ngeden”, tidak setiap hari buang air besar, atau sebaliknya buang air besar sering (>2 kali/perhari). Kotoran tinja berwarna hitam atau hijau dan baunya sangat menyengat, berbentuk keras, bulat (seperti kotoran kambing), pernah ada riwayat berak darah. Lidah tampak kotor, berwarna putih serta air liur bertambah banyak atau mulut berbau.

Keadaan ini sering disertai gangguan tidur malam. Gangguan tidur malam tersebut seperti malam sering rewel, kolik, tiba-tiba terbangun, mengigau atau menjerit, tidur bolak balik dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Saat tidur malam timbul gerakan brushing atau beradu gigi sehingga menimbulkan bunyi gemeretak.

Biasanya disertai gangguan kulit : timbal bintik-bintik kemerahan seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya dan sebagainya. Kulit di bagian tangan dan kaki tampak kering dan kusam Tanda dan gejala tersebut di atas sering dianggap biasa oleh orang tua bahkan banyak dokter atau klinisi karena sering terjadi pada anak. Padahal bila di amati secara cermat tanda dan gejala tersebut merupakan manifestasi adanya gangguan pencernaan, yang mungkin berkaitan dengan kesulitan makan pada anak (gizi.depkes.go.id).

Bagaimana cara mengatasinya?

  • Konsultasikan ke dokter terlebih dahulu

Dengan berkonsultasi maka akan tahu kenapa dan apa yang dialami terhadap kondisi anak sekarang. Coba untuk lebih detail dalam bertanya kepada dokter.

  • Berikan makanan yang diinginkan oleh anak

Anak biasanya menginginkan makan makanan yang disukai, sebaiknya diberikan dahulu mungkin dapat merangsang nafsu makannya.

  • Ajak makan sambil bermain

Bermain menjadi kunci keberhasilan makan anak, kenapa disetiap mall ataupun restaurant bahkan tempat makan cepat sajipun membuatkan satu ruang khusus bermain? tidak lain dan tidak bukan agar dapat merangsang anak dalam makannya.

  • Gunakan pengobatan herbal

Herbal sekarang menjadi hal yang sering digunakan karena tanpa efek samping karena bahan bahan yang ada adalah dari alam. Jika anak kurang dalam hal nafsu makan sebaiknya gunakan madu dan temulawak, berikan 3x sehari dapat membuat anak lebih doyan makan.

Gunakan Gizidat yang notabene adalah madu anak yang khusus diperuntukan agar anak lebih nafsu dalam mencerna makanannya.

It's only fair to share...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someone
Categories: Blog

Related Posts

Blog

Benarkah Sayuran Dapat Mengakibatkan Daya Hitung Anak Menurun?

Benarkah Sayuran Dapat Mengakibatkan Daya Hitung Anak Menurun? Berbicara mengenai makanan pendamping ASI (MPASI), apa menu pertama yang Anda berikan kepada si kecil? Berdasarkan sharing pengalaman para mama, sayur dan buah masih menjadi andalan saat si kecil mulai Read more…

Blog

Bolehkah Susu Di Campur Dengan Madu?

Bolehkah Susu Di Campur Dengan Madu? Pertanyaan ini selalu muncul dalam benak Orang Tua pada saat ini. Yuk Bunda simak pembahasan ini… Kita bahas satu persatu.  Susu merupakan cairan sumber gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Read more…

Blog

Cara Tambah Selera Makan Anak

Cara Tambah Selera Makan Anak – Berawal dari anak saya yang susah banget makan, “mah mau ini, mah mau itu jadi alasan anak, dan akhirnya ngga dimakan juga” hal yang dialami setiap orang tua. Tapi Read more…