Kandungan Gizidat Untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Anda

Kandungan Gizidat memang cukup lengkap untuk nutrisi tumbuh kembang anak Anda. Di setiap kandungan memiliki peran masing-masing dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak Anda. Gizidat memang dipersembahkan sebagai nutrisi yang Terbaik untuk anak Anda.

Adapun kandungan gizidat, berikut penjelasannya :

  • Madu Hutan

Madu hutan merupakan salah satu dari lima produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan. Pengembangan madu hutan menjadi prioritas utama dalam rencana kehutanan tingkat nasional 2010-2019 karena diyakini dapat mengembalikan potensi multi fungsi hutan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan berkontribusi nyata bagi kepentingan pemeliharaan lingkungan global karena secara tidak langsung melibatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan di mana sarang lebah Apis dorsata berada.

Sarang lebah menghasilkan madu yang menjadi sumber pendapatan masyarakat (Kementerian Kehutanan 2009). Selain itu, pengembangan madu hutan ditujukan untuk memenuhi permintaan madu dalam negeri Indonesia yang mencapai 3000 ton per tahun, namun hanya 30% saja yang dapat dipenuhi oleh produsen madu dalam negeri. Madu hutan juga berpotensi sebagai produk organik karena dipungut dari kawasan hutan yang dikelola secara alami (Wismoro 2013).

Selain dengan pencanangan produk lebah hutan sebagai salah satu produk unggulan di sektor kehutanan, produksi madu hutan mengalami peningkatan. Namun, Wismoro (2013) mengemukakan bahwa potensi madu hutan Apis dorsata di Indonesia mencapai 200 ton per tahun, sementara daya serap pasar lokal hanya 13 persennya saja.

Salah satu hal yang menyebabkan pasar madu hutan kalah bersaing adalah ditemukannya madu yang tidak memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI), kurangnya informasi dan kajian ilmiah yang mengungkapkan keunggulannya seperti nilai zat gizi, dan khasiatnya. Gojmerac (1983) menyatakan bahwa madu hutan diduga mengandung senyawa bioaktif yang lebih tinggi dan beragam karena dihasilkan dari areal aktivitas lebah yang multi flora.

Berbagai penelitian Syamsudin et al. (2009), El-Gendy (2010), Parwata et al. (2010), Sherlock et al. (2010) membuktikan bahwa kandungan kimia dan bioaktivitas madu dipengaruhi oleh jenis nektar bunga (pohon) dan letak geografis sarang lebah. Kajian mengenai potensi senyawa bioaktif berkhasiat obat di dalam madu hutan sangat diperlukan.

“Bahwa penelitian mengenai potensi obat, eksplorasi senyawa berkhasiat obat, serta zat gizi masih terbatas pada madu hasil 2 budidaya dan belum ditemukan kajian komprehensif terhadap madu yang diperoleh dari kawasan hutan di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian untuk mengetahui khasiat, kandungan senyawa bioaktif dan zat gizi dari madu yang diperoleh dari kawasan hutan yang berbeda jenis pohon dominannya sangat penting dilaksanakan”. [JMHI]

  • Ikan Sidat

Sidat merupakan ikan, berbentuk panjang bertulang tipis ordo Anguilliformes. Karena nelayan dahulu tidak pernah mengetahui anakan sidat, siklus hidup sidat adalah misteri untuk jangka waktu yang sangat panjang dalam sejarah ilmiah perikanan. Sidat tumbuh besar di perairan tawar, setelah dewasa kembali ke laut untuk berpijah.

Komposisi kimia hasil perikanan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam diantaranya adalah penyakit dan keturunan (jenis/gen). Sedangkan faktor luar dipengaruhi oleh kondisi lingkungan baik biotik maupun abiotik.

Stadia fisiologis juga akan mempengaruhi komposisi. Pada stadia juvenile, remaja, matang gonad, dan pasca memijah komposisi kimia akan disesuaikan dengan kebutuhan fisiologis dari hasil perikanan. Jenis makanan yang tersedia juga mempengaruhi komposisi kimia ikan, sebagai contoh hasil penelitian yang memberikan perlakuan pakan tambahan dengan karbohidrat pada ikan Anguilla anguilla memperoleh komposisi sebagai berikut: air 57,21%, protein 15,89%, lemak 25,61%, dan abu 2,12%.

Sebaliknya hasil penelitian terhadap ikan sidat (Anguilla bicolor) yang diberi pakan protein dengan kadar bervariasi yang berkisar antara 40,25-55,21 % menghasilkan protein 18,04-20,32%; air 67,79-70,73%; lemak 7,23-8,01 %; abu 2,69- 3,20% dan serat kasar 0,73-0,77%.

Semakin tinggi kadar protein pakan yang diberikan semakin tinggi pula kadar protein daging ikan yang terukur. Komposisi kimia beberapa jenis ikan sidat dapat dilihat pada Tabel 1 dan komposisi asam aminonya dapat dilihat pada Tabel 2. 9 Ikan sidat yang ditangkap dari alam khususnya Anguilla bicolor termasuk ikan berlemak rendah dan sedang dengan kadar protein yang tinggi. Penelitian Saleh (1993) menghasilkan protein berkisar 17,5- 21,5%, air 71,5-75,9%, lemak 3,3-9,5% dan abu 1,0-1,6%.

tabel sidat

Dibanding ikan salmon, sidat mengandung DHA (Decosahexaenoic acid, zat wajib untuk pertumbuhan anak) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 748 mg/100 gram. Kandungan EPA (Eicosapentaenoic acid) yang terdapat dalam ikan sidat sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram.

Ikan sidat mempunyai kandungan asam lemak Omega 3 tinggi, yakni sekitar 10,9 gram per 100 gram. Omega 3 ini dipercaya mampu meningkatkan fungsi mental, memori, dan konsentrasi manusia. Zat yang banyak terdapat dalam lemak sidat ini juga terbukti mampu mengobati depresi, gejala penyakit kejiwaan atau schizophrenia.

Mengkonsumsi ikan sidat dapat mengatur imunitas tubuh manusia, sebagai anti oksidan, menghilangkan racun tubuh, serta memperlambat penuaan.

Ikan sidat adalah sejenis ikan yang mempunyai nilai gizi sangat tinggi, kaya akan protein serta vitamin D dan E, serta mempunyai mucoprotein yang kaya, disebut sebagai asam amino lemak ganggang dan asam ribonukleat. Ikan sidat juga terbukti mengandung vitamin A dengan kadar 100 kali lebih banyak dibandingkan ikan-ikan yang lain. Untuk 100 gram daging sidat mengandung 5000 IU vitamin E.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ikan sidat adalah rajanya ikan untuk kandungan nutrisi yang ada didalam tubuhnya, ini berdasarkan penelitian kedokteran modern yang menemukan bahwa kandungan vitamin dan mikronutrien dalam ikan sidat sangat tinggi, di antaranya:

  1. vitamin B1, 25 kali lipat susu sapi
  2. vitamin B2, 5 kali lipat susu sapi
  3. vitamin A, 45 kali lipat susu sapi,
  4. kandungan zinc (emas otak) 9 kali lipat susu sapi.

Teknologi menemukan bahwa daya hidup ikan sidat yang ajaib bersumber dari tulang sum-sumnya yang besar dan kuat. Penelitian modern menunjukkan bahwa tulang sum-sum ikan sidat mengadung beratus-ratus jenis zat bergizi, gizi dan nilai farmakologinya yang istimewa telah mendapat perhatian yang luas dari para pakar.

Sudah banyak terbukti, mengkonsumsi ikan sidat secara teratur dapat mendorong terbentuknya lemak fosfat dan perkembangan otak besar, bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat. Juga memperbaiki sirkulasi kapiler, mempertahankan tekanan darah normal, mengobati pembuluh darah otak.

Banyak orang merasakan manfaat mengkonsumsi ikan sidat untuk penyakit rabun jauh, rabun dekat, glukoma dan penyakit mata kering disebabkan karena mata terlalu lelah. Minyak ikan sidat dibuat dari ekstrak sum-sum ikan sidat segar, mengandung tiga jenis nutrient penting yaitu: asam lemak omega 3 (DHA & EPA) , Phospholipids dan antioksidan Vitamin E. [pusluh.kkp.go.id]

  • Probiotik

Probiotik adalah unsur penting dalam Gizidat. Hasil penelitian departemen kesehatan menyebutkan bahwa banyak penyakit anak muncul akibat asupan makanan yang tidak sehat. Maraknya jajanan, Junk Food, Pewarna dan sebagainya membuat sistem pencernaan anak yang masih rentan tidak berjalan optimal.

Probiotik menjaga keseimbangan ekosistem bakteri di usus anak, meningkatkan kemampuan pencernaannya dan pada akhirnya mendukung tumbuh kembang dan ketahanan tubuh anak.

bayi yang diberi makan formula bersuplemen dengan L reuteri atau B lactis mengalami episode demam  lebih sedikit dan lebih pendek tanpa efek pada penyakit pernafasan. Efek ini lebih menonjol pada L reuteri, yang hanya merupakan suplemen untuk mengembangkan parameter mobiditas tambahan.

 Probiotik bakteri non pathogen hidup yang berkoloni di intestinal dan memodifikasi mikroflora dan aktivitas metabolic dengan efek yang menguntungkan bagi host. Bakteri probiotik secara menguntungkan berefek pada keseimbangan mukrobial di intestinal dan meningkatkan imunitas.

  • Temulawak

Kandungan minyak astiri dalam temulawak dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan karena memiliki sifat koleretik yang mampu mempercepat sekresi empedu sehingga dapat mempercepat pengosongan
lambung, mempercepat pencernaan dan absorpsi lemak di usus yang kemudian akan mensekresi berbagai hormon yang mampu meregulasi peningkatan nafsu makan (Ozaki dan Liang, 1988).

Penelitian terdahulu membuktikan bahwa Minyak atsiri temulawak dapat meningkatkan nafsu makan tikus (Awalin,1996; Ardhiani, 2005; dan Ulfah, 2010). Namun bukan hanya minyak astiri saja yang dapat meningkatkan nafsu makan, kandungan kurkumin dalam temulawak juga dapat berfungsi meningkatkan nafsu makan. Beberapa efek terapi telah diperlihatkan pada jurnal Turmeric and Curcumin : Biological Actions and Medicinal Applications.

Berdasarkan jurnal tersebut terdapat pernyataan dimana fungsi dari curcumin yang katanya dapat juga meningkatkan nafsu makan melalui fungsinya sebagai karminativum (antiflatulent). Sebagai penambah nafsu
makan, kurkuminoid juga dapat memperbaiki kelainan pada kantung empedu dengan memperlancar pengeluaran cairan empedu dan pankreas, sehingga terjadi peningkatan aktivitas pencernaan.

Penggunaan ekstrak rimpang temulawak akan mempercepat pengosongan lambung sehingga akan menambah nafsu makan (Anonimus, 2007). Penelitian yang dilakukan oleh Ardhiani (2005) tentang pengaruh pemberian ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan temuhitam (Curcuma aeruginosa) terhadap peningkatan berat badan tikus putih jantan galur wistar adalah pada ekstrak temulawak dan ekstrak temu hitam dosis 140 mg/KgBB dan 560 mg/Kg BB selama 30 hari dapat memacu kenaikan berat badan tikus. Ekstrak rimpang temulawak memberikan kenaikan berat badan yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak temu hitam.

Untuk pengaruh ekstrak etanolik rimpang lempuyang pahit (Zingiber littorae Val.) dan temulawak beserta kandungan kimianya, perlakuan dengan suspensi ekstrak masing-masing dengan dosis 140; 35 ;8,5 mg/Kg BB ekstrak temulawak memberikan kenaikan berat badan yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak lempuyang pahit. Ekstrak rimpang temulawak mengandung kurkumin, desmetoksikurkumin, dan sedikit bidesmetoksikurkumin. Ektsrak etanolik rimpang temulawak mengandung senyawa golongan kurkuminoid dan golongan terpen.

Curcuma dalam Temulawak menyempurnakan proses pertumbuhan anak dengan disertai efek nafsu makan dari temulawak membuat anak semakin optimal tumbuh. Curcuma dalam Temulawak juga merupakan zat aktif yang memiliki fungsi kekebalan bagi tubuh, menekan tumbuhnya parasit dan mencegah hepatitis anak.

Jadi kandungan pada gizidat sudah tidak perlu diragukan lagi, berikan gizidat untuk anak Anda agar tetap terjaga kesehatan dan menambah Nutrisi Tubuh Anak.

It's only fair to share...Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0Email this to someone