Gizidat Diary – Emak Rempong

Gizidat

Call for emak rempong hehehhe

Bukan emak namanya kalau nggak rempong. Meski masih mempunyai anak satu. Awal kelahiran Labib (21month), untuk menyisir rambut saja tidak pernah. Bahkan sampai BAB sambil gendong si baby, can you imagine that? *dilarang keras bayangin*. Mau gimana lagi, kalau hajat masak nggak dikeluarin hehehehhe. Meski saya seatap dengan mertua, ada saat-saat saya berdua saja dengan si baby. Yaitu pada pagi hari, karena bapak dan ibu mertua jualan di pasar. Sedangkan pak suami bekerja. Dan awal-awal ia melihat indahnya dunia, ia menjadi baby yang super duper amazing. Nggak bisa ditinggal walau sekejap. Maunya gendong terus almost 24 jam. Dan jangan salahkan saya jika saya mengalami baby blues? *sodorin tisu* itulah kenapa sampai saat ini, diusia Labib yang akan menginjak 2 tahun, kami masih enggan tuk nambah momongan.

Dan masa-masa itu terlewati juga. Kini diusia Labib yang ke 21 bulan, ia semakin kooperatif. Bisa disambi dengan mengerjakan IRT yang seakan tiada henti. Akankah kerempongan berhenti? Tentu saja tidak, tapi berkurang. Kini saya menyiapkan diri, mental, dan fisik yang lebih kuat lagi. Karena Labib akan menginjak usia 2 tahun. Turning two ini adalah moment dimana dia harus belajar mandiri. Salah satunya adalah dengan cara MENYAPIH. “Dan perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada orang tuanya. Ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia 2 tahun. Bersyukurlah kepada-Ku kepada kedua orang tuamnu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (QS. Lukman ayat 14)

Jadi jelaslah dalam Al-quran seruan untuk menyapih diusia 2 tahun. Selain fisik dan psikis yang kuat, ilmu tentang menyapih dan setelahnya juga sangat penting. Dan pilihan saya jatuh pada metode WWL (Weaning With Love). Artinya kita sebagai ibu dalam tahap menyapih buah hati harus dengan cinta. Dengan sounding yang tiada henti. “Meski adek sudah tidak nenen, ibu masih sayang kok ma adek.” , “Adek kan udah besar, kini saatnya lepas nenen ya?” dan serangkaian ungkapan sayang yang bisa dimengerti balita usia 2 tahun. Saya pun mempraktekkannya saat ini, meski belum waktunya tapi sounding tetap saya terapkan. Berdasarkan penelitian, waktu sounding yang tepat adalah saat anak akan tidur. ketika anak tidur, otak bawah sadarnya akan terbuka dan apapun yang kita ucapkan akan tertanam lama di otaknya.

Setelah tahap sounding saya lancarkan, kini saatnya berfikir dan mencari mengganti asupan gizi untuk Labib selain menu makan sehari-hari yang saya upayakan bergizi seimbang. Saya sempatkan tuk mencari referensi susu yang baik tuk anak. Dari mulai susu pasteurisasi, UHT (ultra High Temperature) sampai susu bubuk, saya skip susu kental manis karena itu bukan susu karena kandungannya yang terbanyak adalah lemak dan kadar gula rendah protein dan kalsium. Karena saya tinggal di kota kabupaten, kemungkinan kecil saya mendapatkan susu murni tiap pagi oleh karenanya saya skip juga daripada berhenti tengah jalan. UHT pun pernah saya coba berikan, dia mau minum Cuma sebotol kecil (125 ml) sehari. Tidak hanya itu keesokan paginya, saat ia pup maka yang keluar adalah vases yang berwarna coklat atau putih. Persis seperti UHT yang kemarin saya berikan. Jadi UHT pun saya coret dalam daftar pilihan. Pilihan terakhir pada susu bubuk. Meski disinyalir kandungan gizinya banyak yang hilang dalam proses pengeringan, mau gimana lagi? Have no idea. Saya coba berikan susu formula hanya separuh dari dotnya (tidak lebih dari 150 ml), itu pun tidak ia habisin. Lha terus kamu mau susu apa nak? *tanya dalam hati*

Sepertinya Sang Kuasa memberi jalan, berupa ide dari seorang teman. “Kenapa nggak dikasih GIZIDAT aja?” saya pun mengerutkan kening. Persis seperti saat Labib dengan entengnya membanting dot nya. “Apa itu Gizidat?” lalu beruntunglah saya dikirimi sebuah pencapuran MADU + kandungan IKAN SIDAT + TEMULAWAK yang dikemas dalam botol kemasan 130 ml. apa lagi kalau bukan GIZIDAT. Pemakaiannya pun mudah, cukup diberikan 2-3×2 sendok sehari sebelum makan. Sangat meringankan pekerjaan kita yang rempong kan, Emak? Biar semakin yakin dengan kandungan gizi dalam gizidat ini, saya uraikan sedikit pengetahuan saya kandungan yang ada dalam gizidat:

1. MADU LEBAH HUTAN
Madu dan lebah memiliki keistimewaan yang luar biasa sehingga tercantum dalam surat tersendiri di dalam AL-Quran “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalmnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manausia. Sesuangguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkannya ( QS: An-Nahl: 69). Begitulah Alloh membekali manusia dengan penawarnya. Apalagi madu yang ada di dalam GIZIDAT adalah madu Lebah hutan yang rasanya lembut. Maka kandungan nutrisinya pun sangat baik bila dibandingkan dengan lebah ternak. Lebah hutan ini di dominasi oleh species lebah apis dorsata dan cerena. *belibet nggak sich emak bacanya? Heheheh maafkeun*

2. IKAN SIDAT
Pernah dengar ikan sidat nggak emak? Belum pernah? Samaan dunk kita hehehhe. Tapi bukan emak namanya kalau tidak kepo. Keponya yang bermanfaat ya *penting*. Ini saya kutipkan berita dari detik.com pada tanggal 5 januari 2016 (setahun yang lalu). “Ikan sidat adalah salah satu jenis ikan yang bentuknya mirip belut, tapi bedanya ikan sidat hidup di air bukan lumpur apalagi lumpur lapindo #eh. Ikan sidat mempunyai sirip di dekat kepalanya. Saat ini harga ikan sidat berkisar antara Rp. 160.000 hingga Rp. 245.000/ kilogramnya, yang rata-rata terdiri dari 3-4 ekor ikan. *bengong* dan permintaan ekspor meningkat drastis. Per minggunya sampai 500 kilogram. *sang emak mulai ngitung pendapatan perminggunya hingga 10.000.000 dan 40.000.000 perbulan* *emak pingsan*.” Jadi kebayang ya bagaimana hebatnya kandungan dalam ikan sidat ini, sampai direbutin Jepang, Amerika, Kanada, dan Jerman. Dan kamu kapan direbuti, Mblo? #eh masak kalah ma ikan sidat. Hehehhe.

Masih penasaran dengan kandungan ikan sidat, nech saya bocorin sedikit. Lainnya bisa googling hehehe. Mengandung omega 3, mengandung vitamin D, menjaga kesehatan tulang dan gigi, menjaga perkembangan otak, mengandung vitamin E, vitamin K, zat besi, fosfor dll. Wow banget kan kandungannya?

3. TEMULAWAK
Menginjak usia setahun, anak biasanya GTM (Gerakan Tutup Mulut) entah apa yang terjadi saat ia sedang aktif-aktinya berjalan. Berkeliling rumah tiada henti. Mungkin ia bosan dengan menu yang itu-itu saja, pun ada kemungkinan lain misalkan tumbuhnya gigi yang menyebabkan nafsu makan terjun payung. Saya pun sempat stress saat Labib GTM. Khawatir asupan gizinya tidak terpenuhi. *ada yang pernah ngalamin? Sini toss dulu sama saya*. Apakah GTM nya berakhir saat ini? belum. Sesekali masih ia lancarkan. Dan sejak saya memberinya GIZIDAT, porsi GTMnya berkurang. Alhamdulilah. Karena di dalam GIZIDAT ada kandungan temulawak (curcuma) yang fungsinya adalah meningkatkan nafsu makan, zat aktif yang memiliki fungsi kekebalan tubuh, menekan tumbuhnya parasit, dan mencegah hepatitis anak.

Dengan begitu banyaknya nutrisi yang ada di dalmnya, saya jadi nggak khawatir kekurangan nutrisi meski nantinya Labib sudah tidak ASI, atau tidak minum susu sekalipun. Karena Insyalloh kebutuhan nutrisi yang ia perlukan sudah terpenuhi dalam GIZIDAT. Salah satu penunjang terbesarnya adalah ikan sidat, karena kandungan di dalamnya ada Vitamin B1, 25x lipat susu sapi, vitamin B2, 5 kali lipat susu sapi, vitamin A, 45 kali lipat susu sapi, kandungan zinc (emas otak) 9 kali lipat susu sapi, kaya akan omega 3, omega 9, omega 6.
Pun dengan adanya GIZIDAT ini, kerempongan saya dalam membersamai anak sulung sedikit berkurang. Karena tidak capek-capek bikin susu yang menyita waktu. Belum mencuci dotnya yang harus sterill terlebih dahulu biar tidak jadi sarang bakteri. *lap keringat* so, bagi emak rempong kayak saya yang ingin selonjoran sambil me time bisa dicoba tuk mengganti susu formulanya dengan GIZIDAT ini. insyalloh bertabur berkah dan menyehatkan, karena sesuai dengan apa yang ada di AL-Qur’an dan sunnah. Seperti filosofinya Ibnu Sina, “Makanan terbaik adalah yang ada di sekelilingmu.”

Yuk emak ikhlas dalam menjalani peran kita saat ini. bangun lebih pagi, lakukan apa yang seharusnya dilakukan. Kerempongan kita saat ini akan dibayar cash kelak di yaumul hisab. Kerempongan kita saat ini, akan dibayar lunas saat anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang baik akhlak dan budi pekertinya, tentunya taat kepada Alloh dan orang tuanya. Yakinkan pada diri bahwa kerempongan kita saat ini agar terbayar surga-Nya. Amin ya robbal alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *