Gizidat Diary – 7 Hari Rempongnya Menyapih Si Kecil

Gizidat

7 Hari Rempongnya menyapih si kecil Zalfaku

Assalamualaikum Wr. Wb…

Halo bunda-bunda, senang rasanya bisa berbagi cerita bersama gizidat tentang pengalaman saya ketika rempongnya saat mengurus si kecil. Ooo iya sampai lupa, perkenalkan nama Facebook saya Fitri Noer Syifa, bunda dari Alesha Zalfa Ramadhina Isnanda, biasa di panggil Zalfa, usianya sekarang 2 thn 4 bulan.

Mungkin yang akan saya ceritakan sekarang adalah hal terempong yang saya alami selama mengurus zalfa, sesuai judul 7 hari rempongnya saat menyapih si kecil, karena usia yang sudah cukup untuk disapih alasan lain saya menyapih zalfa juga untuk membuat nafsu makannya bertambah, karena zalfa lebih sering menyusu, sehingga susah sekali untuk makan teratur.

Sebelumnya saya menyiapkan diri saya, hati, fikiran, dan tenaga saya, karena saat menyapih pasti bukan hanya membuat si kecil saja yang stres dan rewel, kemungkinan yang terjadi adalah ketika saya berhenti mengeluarkan ASI akan terjadinya pembengkakan pada pa*uda*a, rasa nyeri, suhu tubuh yang naik, dan mungkin efek lainnya yang belum saya ketahui.

Kalo di hitung-hitung sudah 16 hari zalfa tidak menyusu ASI, rasanya senang plus bangga terhadap diri sendiri karena bisa dikatakan saya berhasil menyapih zalfa, tentu saja di balik itu semua ada perjuangan dan do’a yang saya lakukan hehee agak drama ya bunda-bunda, tapi memang seperti itu kenyataannya…

Dimulai dari hari pertama hari penentuan hari dimana niat sudah saya tancapkan dalam hati saya, dengan mengucapkan Bismillah, pada sore hari di hari pertama, saya mulai memberi pengertian pada si kecil dengan kata-kata seperti ini “Zalfa sholehah, zalfa kan udah dua tahun berarti udah besar, mimi cucunya (bahasanya zalfa) udahan yaa, kan sebentar lagi mau sekolah (padahal masih lama)”, denger bundanya ngomong gitu zalfa ngangguk ngangguk entah mengerti atau tidak, sepertinya saya salah memilih alasan. Beberapa jam kemudian zalfa meminta untuk menyusu, daripada bilang jangan dan membuat alasan lagi saya mengalihkan perhatiannya dengan memberikannya minuman dingin kesukaan zalfa padahal waktu itu agak sedikit pilek, dgn perasaan takut pileknya akan tambah parah, tapi Alhamdulillah tidak…

Malam harinya malam yang sangat mendebarkan bagi saya, karena zalfa akan tertidur apabila menyusu, saya membayangkan kalau tidak menyusu mungkin zalfa akan sangat rewel dan terjaga semalaman, Ya Allah apa jadinya nanti.
Malam pun datang, tepat pada jam biasanya zalfa tidur, dia mengantuk dan meminta untuk menyusu, di situ saya berfikir keras alasan apa yang harus saya buat sehingga zalfa akan lupa untuk menyusu. Ilham pun datang, saya bilang pada zalfa “Sholeha, sebelum bobo kita baca Surat-surat pendek yuk!”, Alhamdulillah zalfa mau, karena zalfa slalu senang dan antusias bila mendengarkan bacaan Al-Qur’an, dengan perkiraan dia akan tertidur karena mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Setengah jam berlalu, terlihat zalfa sudah sangat mengantuk, eh tiba-tiba dia bilang “Bunda mimi cucu aja yuk”, karena saya tidak lekas memberikannya zalfa pun menangis guling-guling di kasur, saya tetap pada niat awal saya untuk menyapih zalfa, dengan perasaan tidak tega karena zalfa terus merengek meminta untuk menyusu. Satu jam lamanya zalfa menangis malam itu saya bingung bagaimana cara menenangkan zalfa, Ayahnya pun ikut andil dalam menenangkannya. Karena terlihat kelelahan menangis, saya coba menggendongnya dengan sedikit di ayun dan membacakan sholawat, sembari menahan rasa nyeri karena mulai terjadinya pembengkakan pada pa*uda*a saya, setelah digendong perlahan zalfa pun mulai tenang dan Alhamdulillah dia tertidur sampai jam 7 pagi.

Besoknya hari kedua, seperti biasa pagi-pagi saya menyiapkan sarapan untuk zalfa, biasanya zalfa selalu minta roti tawar, itupun hanya setengah roti saja yang dia makan, saya berfikir, apa saya kasih susu formula saja ya sebagai pengganti ASI, mudah-mudahan zalfa mau. Saya coba membeli susu formula sachet kemudian saya seduh dan saya suguhkan bersama roti tawar kepada zalfa. Tapi perkiraan saya meleset, setelah mencoba 2 sampai 3 sendok zalfa menumpahkannya dan bilang “Zalfa maunya ice cream!”, Ya ampun ini masih jam 8, masa zalfa saya kasih ice cream. Karena nangis terpaksa saya kasih ice cream, takut ujung-ujungnya dia malah minta menyusu.
Hari ke 2 ini tidak jauh beda dari hari pertama saya harus pandai-pandai mengalihkan perhatian zalfa sehingga dia lupa untuk menyusu. Malamnya pun sama saya harus bisa menenangkan zalfa ketika menangis karena saya tidak memberikannnya kesempatan untuk menyusu.

Di pagi hari pada hari ke 3 saya menyapih zalfa, saya berikan zalfa sarapan roti tawar lagi, tak kapok saya coba memberikannya susu formula lagi, kali ini habis setengahnya, Alhamdulillah senang rasanya, sesekali saya memberikan pujian kepada zalfa, bentuk apresiasi saya kepada zalfa karena sudah 3 hari tidak menyusu. Dia pun sempat bilang “Bunda, zalfa gak mimi cucu lagi ya, kan mau sekolah”, Ya Allah ternyata zalfa menyimak perkataan saya pada hari pertama itu, saya sempat su’udzon.

Pada hari ke 4, saya merasa kenapa nafsu makannya zalfa belum bertambah juga, setiap di beri makan hanya dua sampai tiga suap saja, saya jadi ketar ketir takut zalfa kekurangan nutrisi karena sudah 4 hari tidak menyusu dan asupan makannya pun belum bertambah juga.
Di hari ke 5, zalfa masih dalam keadaan rewel karena disapih, minta ini itu harus diturutin (kecuali minta menyusu), agar zalfa tidak stres dan merasa diperhatikan. Berharap di hari kelima ini nafsu makan zalfa bertambah, tapi sayangnya zalfa masih susah makan, hanya sedikit yang dia makan walaupun menu makanan sudah bervariasi, kalau-kalau dia bosan.
Saya baru ingat, beberapa minggu yang lalu saya sempat mencari vitamin untuk menambah nafsu makan anak di internet dan saya menemukan Gizidat, saya baca kembali semua keterangan tentang gizidat dan saya langsung mencatat kontaknya, tidak berfikir lama saya menghubunginya dan langsung order kepada Bunda Dewi Andriyani.

Di hari ke 6, boleh dikatakan zalfa sudah mulai lupa untuk menyusu, tapi tetap saja malam harinya saat hendak tidur zalfa akan sangat rewel dan dia akan tertidur bila digendong.
Hmmm, saya selalu menghela nafas jika zalfa sudah tertidur, perasaan saya campur aduk, saya senang karena zalfa sudah tidak menyusu lagi tapi di sisi lain saya sedih karena nafsu makannya belum bertambah, saya tidak bisa memaksa zalfa untuk bisa makan banyak, zalfa pasti akan menangis bila dipaksa dan ditakutkan dia akan minta untuk menyusu lagi.

Di hari ke 7, saya masih menunggu pesanan Gizidat saya sampai di rumah, karena estimasi pengiriman sampai 3 hari kerja. Tidak terasa sudah 1 minggu zalfa tidak menyusu lagi. Tapi seperti biasanya zalfa masih susah makan, saat saya menyuapi zalfa di tiap suapnya saya harus pandai-pandai membujuk zalfa supaya dia mau makan, uughh kadang saya jengkel sekali. Sudah 1 minggu ini saat saya menyapih zalfa, saya merasa pekerjaan rumah lainnya jadi kurang maksimal saya kerjakan, tapi Alhamdulillah Pak Suami memakluminya dan dia men-suport saya saat menyapih zalfa.

Alhamdulillah, di hari ke 8 pesanan saya pun datang. Gizidatnya sudah datang, saya senang sekali. Saya berharap sekali ini akan membantu saya untuk memberikan nutrisi yang terbaik untuk zalfa dan membuatnya bisa makan banyak dan teratur.
Tidak menunggu lama satu jam sebelum makan siang, saya langsung menyuapi 2 sendok gizidat untuk zalfa, sebelumnya dia menolak karena dia fikir ini obat, tapi saya bilang ini rasanya manis dan Alhamdulillah zalfa mau. Dia bilang “Enak bunda rasanya manis, zalfa mau lagi”.
Setelah 3 hari zalfa mengkonsumsi Gizidat, Alhamdulillah makannya banyak dan teratur alhasil saya jadi enggak rempong lagi saat menyuapi Zalfa.
Saya mengucapkan Terima kasih sekali untuk Gizidat, berkatmu Zalfa jadi penyuka semua jenis makanan sehat, awalnya zalfa pilih-pilih sekali, susah di kasih ini itu.
Sekali lagi terima kasih karena sudah menjadikan saya bunda anti rempong…
Sukses terus untuk Gizidat dan semoga selalu diberi keberkahan oleh Allah SWT.
Aamiin…

Bunda-bunda, seperti itulah pengalaman saya saat menyapih zalfa, walaupun awalnya rempong tapi Alhamdulillah berkat bantuan Gizidat saya berhasil menyapih zalfa dengan baik. Tetap semangat ya bunda dalam mengurus si kecil, saat si kecil tertidur sering-seringlah melihat wajahnya, Insya Allah hati akan terasa tenang dan tentram, saya menjadikan ini obat mujarab untuk mengobati lelah karena seharian mengurus si kecil zalfa.
Salam sejahtera untuk semuanya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Note: Maaf ya Gizidat, pada saat pengambilan foto kurang maksimal dan hasilnya kurang bagus, zalfa kurang antusias kalau di ajak untuk di foto jadi susah untuk mencari angle yang bagus.
Buat teman2 yang ke-tag, mohon maaf yah, mudah-mudahan berkenan untuk like & share
Terima kasih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *